TEPAT hari ini, Senin 10 Oktober 2022 diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Tahun ini Hari Kesehatan Mental Seduni diperingati dengan mengusung tema ”Make Mental Health and Well Being for all a Global Priority‘ atau menjadikan kesehatan mental untuk semua sebagai prioritas global.
Isu kesehatan mental memang semakin ramai beberapa waktu belakangan ini, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Satu fenomena terlihat jelas terkait pandemi dan kesehatan mental, yakni orang-orang mendadak banyak yang hobi akan tanaman dan berkebun sebagai salah satu cara untuk mengurangi tingkat stres dan tetap waras di situasi pandemi.
Aktivitas berkebun sebagai hortikultura sosial dan terapeutik dikatakan memang membantu kesehatan mental membantu orang-orang yang membutuhkan. Ada rasa pencapaian, tanggung jawab, kegembiraan menyaksikan tanaman yang ditanam, dirawat dari awal berhasil tumbuh dan bisa dipanen.
Nah, lebih lanjut apalagi sih manfaat berkebun untuk kesehatan mental? Mewarta The Sun, Senin (10/10/2022) berikut ulasannya di bawah ini.
1 Motivasi untuk aktif: Berkebun secara teratur dapat membawa tujuan dan struktur pada aktivitas sehari-hari. Menghadiri program berkebun secara berkelompok di komunitas atau hanya merawat sesuatu di rumah dapat memberi Anda rutinitas yang Anda butuhkan untuk bangun di pagi hari. Penelitian Mind menyebutkan 43 persen orang yang merawat tanaman hias, mengalami peningkatan kesejahteraan Berkebun juga dapat membangun kepercayaan diri dan harga diri, karena secara langsung membantu orang untuk menyadari potensi diri yang dimiliki.
2. Terhindar dari isolasi: Interaksi sosial dengan sesama orang yang suka berkebun adalah salah satu kesenangan utama berkebun. Berbagi pengalaman dengan orang-orang yang berpikiran dan punya hobi sama, serta mempunyai kesamaan akan meningkatkan kesejahteraan dan kepercayaan diri. Sehingga, pada akhirnya ini juga berkontribusi untuk membantu mengurangi kesepian, yang dapat meningkatkan risiko kematian hingga 26 persen dan terkait dengan kondisi termasuk penyakit jantung, obesitas, depresi, dan penyakit Alzheimer.