ACARA Citayam Fashion Week, meskipun sebentar, memang berhasil menjadi daya tarik banyak kalangan. Meskipun banyak yang berkomentar negatif, tidak sedikit yang mendukung acara tersebut.
Tidak hanya kalangan masyarakat bawah, menengah, artis hingga para pejabat pun pernah meramaikan fenomena tersebut. Tidak terkecuali Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, menurutnya Citayam Fashion membuat muda-mudi Indonesia semakin melek pada dunia fashion.
“Citayam Fashion Week memberi sinyal bahwa fashion saat ini semakin inklusif dan bisa dinikmati berbagai kalangan,” ujar Zulkifli dalam keterangan resminya, Senin (12/9/2022).
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Co-Founder produsen sepatu Johnson Indonesia Jerry Kurniawan Attan juga mengungkapkan antusiasme masyarakat di dunia fashion juga terlihat dari alas kaki. “Tidak jarang beberapa sepatu yang dibuat dengan warna dan gaya yang biasanya identik dengan perempuan ternyata juga menarik perhatian para lelaki,” jelas Jerry.
Menurut Jerry, fakta di atas kemungkinan karena saat ini gender tidak mempengaruhi tren fesyen sehingga masyarakat lebih berani dan tegas dalam pemilihan warna. “Perbedaan selera yang dulu tabu sekarang terlihat biasa saja asal mereka nyaman memakainya dan bisa mengekspresikan jati diri mereka,” ujarnya.
Pihaknya memproduksi produk-produk basic dengan warna-warna netral seperti hitam, biru, putih dan lain sebagainya. Namun, kini sudah berinovasi memperluas target market melalui berbagai riset sehingga menghasilkan lini produk baru.
“Hal ini karena kami melihat antusiasme masyarakat di dunia fashion yang semakin berani, kami mengoptimalkan produksi sehingga bisa bermain di berbagai segmen alas kaki. Masyarakat bisa bebas memilih produk mana yang mengekspresikan selera fashion mereka,” tutur Jerry.
Menurut Jerry, inovasi ini sebagai dukungan bagi muda-mudi Indonesia yang ingin bergaya menggunakan berbagai warna dan gaya dengan produk lokal.
“Sebagai masyarakat Indonesia kita harus bangga menggunakan produk lokal dan saya yakin kita bisa bersaing di dunia global bila kesadaran masyarakat akan hal ini semakin tinggi,” pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)