"Orang tua bisa mengamati anak ini kecenderungannya lebih kemana. Apakah lebih suka mewarnai, menggambar, menyanyi, atau yang lainnya. Setelah mengetahui, orang tua perlu memberi pengalaman, misalnya mengajak anak untuk ikut event mewarnai dan lain sebagainya sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan si anak," lanjutnya.
Febria menambahkan, setelah itu para orang tua bisa membawa anak ke psikolog untuk melihat apa bakat anak yang sesungguhnya. Nantinya psikolog, sebagai tenaga ahli akan membandingkan apa penilaian dari orang tua dan bakat anak sesungguhnya.
"Jadi yang mengenali bakat anak itu tidak luput dari sifatnya yang subjektif. Ada orang tua yang menilai tinggi ada juga yang menilai rendah anaknya. Hal itu membuat perlu adanya penengah yang menilai secara objektif apa yang diinginkan anak," saran Febria.
BACA JUGA:4 Tips Sukses Berkarier di Dunia Agency, Yuk Disimak
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Minat Kerja di Industri Animasi? Intip Tipsnya!
(Rizky Pradita Ananda)