KASUS baru dan kematian akibat kanker di Indonesia naik hampir 10%. Bahkan, lembaga kesehatan dunia (WHO) melansir data tahun 2020 sebesar 400.000 kasus baru dan 230.000 menyebabkan kematian akibat kanker.
Kanker payudara dan kanker serviks menjadi silent killer paling berbahaya bagi wanita. Tingginya risiko kanker terkait erat dengan kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk pencegahan dan deteksi dini kanker.
Ahli Bedah Onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr Bob Andinata SpB(K) Onk mengatakan, faktor-faktor risiko dari kanker payudara terbagi dua, yakni faktor risiko yang bisa dimodifikasi dan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi.
“Untuk faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi yaitu perempuan, usia di atas 50 tahun, ada riwayat kanker dalam keluarga, menstruasi pada usia kurang dari 12 tahun, dan menopause pada usia di atas 50 tahun,” kata dia.