"Dalam bahasa Jepang, teru artinya bersinar atau cerah dan bozu dapat diartikan sebagai biksu," terang laporan tersebut, dikutip MNC Portal, Selasa (22/3/2022).
BACA JUGA : Dipakai Rara Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Ini Ternyata 8 Kegunaan Singing Bowl
Teru-teru Bozu cukup populer di zaman Edo. Anak-anak bahkan menyanyikan lagu khusus seraya boneka sudah tergantung di jendela. Begini liriknya, "Pendeta cuaca baik, cerahkan cuaca esok hari".
Secara tradisional, jika cuaca berubah cerah, boneka akan dibuatkan mata. Lalu, ditempatkan sesajen berupa sake suci yang dituangkan ke boneka, lalu boneka dihanyutkan ke sungai.
(Helmi Ade Saputra)