Laporan Vice mengungkapkan bahwa survei 2020 yang pernah dilakukan menunjukkan di prefektur Fukuoka, satu dari 10 sekolah melarang rambut kuda bagi murid perempuan.
Aturan tersebut dinilai Sugiyama sebagai kebijakan yang seksis dan membatasi ekspresi gender murid perempuan. Karena itu, dia lebih ke membebaskan murid untuk bergaya seperti yang mereka mau.
Perlu Anda tahu, sekolah di Jepang punya beberapa aturan ketat untuk murid perempuan, misal warna kaus kaki, seberapa panjang rok yang dipakai, bahkan sampai bentuk alis.
Pihak sekolah juga melarang murid perempuan mewarnai rambut. Kalau memang ada murid yang mengaku rambutnya memang dari lari coklat atau warna selain hitam, mereka harus memberikan bukti rumah sakit yang mengatakan bahwa rambutnya memang terlahir tidak hitam.
(Martin Bagya Kertiyasa)