JEPANG memang menjadi salah satu negara yang sangat melindungi hak para warganya. Sayangnya di Jepang tingkat pemerkosaan masih sangat tinggi.
Jumlah insiden pemerkosaan di setiap 100.000 orang warga di Jepang mencapai 1.289, pada 2020, menurut data National Master's Crime.
Oleh karena itu, pemerintah Jepang pun melarang para murid perempuan untuk menguncir rambut mereka di sekolah. Hal tersebut, demi menjaga murid perempuan dari tindakan pelecehan seksual.
Dengan rambut gaya kuncir kuda, memungkinkan tengkuk murid perempuan terlihat dan area tengkuk tersebut dianggap area sensual bagi laki-laki. Ya, banyak pria menyukai area itu.
Mantan guru sekolah menengah Motoki Sugiyama menjelaskan bahwa aturan ini merupakan lanjutan dari kebijakan sebelumnya yang mana pihak sekolah melarang murid perempuan mengenakan pakaian dalam warna selain putih. Kebijakan itu diharapkan melindungi murid perempuan dari risik pelecehan seksual.
"Pihak sekolah khawatir dengan rambut gaya kuncir kuda, tengkuk murid perempuan akan dilihat murid laki-laki dan ini memicu kekerasan pelecehan seksual, aturan ini tak jauh berbeda dengan pakaian dalam putih," terang Sugiyama, seperti diberitakan New York Post, Jumat (11/3/2022).