Catat! Ini 6 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Senin 17 Januari 2022 14:31 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

IBU hamil memang harus menjaga pola makan mereka, lantaran gizi yang ke tubh bukan hanya untuk doromua tapi juga si jabang bayi. Pasalnya, pertumbuhan dan perkembangan anak memang sudah terjadi sejak di dalam kandungan.

Biasanya, segala macam makanan memang dizinkan untuk dikonsumsi, meskipun takarannya memang harus benar-benar dibatasi. Tapi, ada beberapa jenis yang sebaiknya dihindari sama sekali.

Merangkum dari Healthline, berikut daftar makanan makanan dan minuman yang harus dihindari untuk menghindari janin tidak berkembang dengan baik.

Daging organ (Jeroan)

Daging organ merupakan sumber berbagai nutrisi termasuk zat besi, vitamin B12, vitamin A, seng, selenium, dan tembaga. Semua kandungan tersebut baik untuk ibu dan bayi. Namun, konsumsi terlalu banyak vitamin A berbasis hewani (vitamin A preformed) tidak dianjurkan selama kehamilan.

Mengonsumsi vitamin A preformed terlalu banyak, terutama pada trimester pertama kehamilan, dapat menyebabkan malformasi kongenital dan keguguran.

Ikan mentah atau kurang matang

Ikan mentah, terutama kerang, dapat menyebabkan beberapa infeksi. Infeksi ini bisa berupa infeksi virus, bakteri, atau parasit, seperti norovirus, Vibrio, Salmonella, dan Listeria. Beberapa infeksi ini mungkin hanya memengaruhi ibu yang menyebabkan dehidrasi dan kelemahan. Tapi perlu diingat, infeksi lain juga dapat ditularkan ke bayi dengan konsekuensi serius, atau bahkan fatal.

Ikan tinggi merkuri

Merkuri adalah unsur yang sangat beracun. Unsur ini paling sering ditemukan pada air yang tercemar. Dalam jumlah yang lebih tinggi, merkuri bisa menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan, dan ginjal. Merkuri juga dapat menyebabkan masalah perkembangan yang serius pada anak-anak, dengan efek samping bahkan dalam jumlah yang lebih rendah.

Makanan olahan daging mentah atau setengah matang

Masalah yang sama juga mempengaruhi daging yang kurang matang. Mengonsumsi daging setengah matang atau mentah meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk Toksoplasma, E. coli, Listeria, dan Salmonella.

Bakteri dapat mengancam kesehatan janin dan mungkin menyebabkan lahir mati atau penyakit neurologis yang parah, termasuk cacat intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

Telur mentah

Telur mentah dapat terkontaminasi bakteri Salmonella. Gejala infeksi salmonella termasuk demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati.

Kafein

Wanita hamil umumnya disarankan untuk membatasi asupan kafein hingga kurang dari 200 miligram (mg) per hari. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kafein diserap dengan sangat cepat dan mudah masuk ke dalam plasenta.

Karena bayi dan plasentanya tidak memiliki enzim utama yang dibutuhkan untuk memetabolisme kafein, maka kadarnya yang tinggi dapat meningkat.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya