Hari Kopi Sedunia: Menilik Sejarah Masuknya Kopi Ke Indonesia

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis
Jum'at 01 Oktober 2021 12:47 WIB
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)
Share :

KOPI kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Hari ini, 1 Oktober merupakan peringatan Hari Kopi Sedunia atau International Coffee Day.

Namun tahukan Anda, di balik kenikmatan secangkir kopi, ada sebuah perjalanan panjang yang layak kita ketahui. Apalagi Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik dunia. Lalu bagaimana sejarah serta awal mulanya kopi hadir di Indonesia?

Asal mula masuknya kopi di Indonesia telah melewati perjalanan panjang dan beberapa fase hingga akhirnya tersebar di penjuru Nusantara. Di Indonesia, besar kemungkinan kata “kopi” diadaptasi dari istilah Arab melalui bahasa Belanda “koffie”.

Dugaan yang logis karena Belanda yang pertama kali membuka perkebunan kopi di Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan kata tersebut diadaptasi langsung dari bahasa Arab atau Turki. Mengingat banyak pihak di Indonesia yang memiliki hubungan dengan bangsa Arab sebelum orang-orang Eropa datang.

Sejarah kopi di Indonesia tidak lepas dari masuknya Belanda di Indonesia. Pada tahun 1696, kala itu Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke Pulau Jawa.

Baca Juga : Ilmuwan Sukses Ciptakan Kopi Tanpa Biji, Selamat Datang Masa Depan!

Mereka membudidayakan tanaman kopi itu di Kedawung, sebuah perkebunan yang terletak dekat Batavia. Namun, upaya ini gagal kerena tanaman tersebut rusak oleh bencana.

Upaya kedua dilakukan pada tahun 1699 dengan mendatangkan stek pohon kopi dari Malabar. Pada tahun 1706 sampel kopi yang dihasilkan dari tanaman di Jawa dikirim ke negeri Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam.

Hasilnya sukses besar, kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik. Selanjutnya tanaman kopi ini dijadikan bibit bagi seluruh perkebunan yang dikembangkan di Indonesia.

Baca Juga : 5 Alasan Cewek Bakal Beruntung Pacaran dengan Cowok Pencinta Kopi

Belanda pun memperluas areal budidaya kopi ke Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor dan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Pada tahun 1878 terjadi tragedi yang memilukan. Hampir seluruh perkebunan kopi yang ada di Indonesia terutama di dataran rendah rusak terserang penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix (HV).

Kala itu semua tanaman kopi yang ada di Indonesia merupakan jenis Arabika. Untuk menanggulanginya, Belanda mendatangkan spesies kopi liberika (Coffea Liberica) yang diperkirakan lebih tahan terhadap penyakit karat daun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya