"Awalnya hanya usaha kecil-kecilan. Berbekal 11 juta, saya menjual produk skincare dan kosmetik ke teman-teman dan masyarakat di Samarinda. Tak terduga, barang jualan saya laku dan akhirnya diputuskan untuk terus menjalani usaha kecil-kecilan itu sampai lulus kuliah hingga kerja di rumah sakit," ungkapnya.
Berjalannya waktu, usaha sampingan pemilik akun Instagram @yunieadiwidjaya pun banyak pelanggan. Saat itulah dirinya kepikiran untuk membuat brand sendiri. "Jadi, awalnya enggak langsung membuat brand sendiri, semua bermula dari usaha kecil-kecilan dulu," ungkapnya dengan bangga.
Bertahan di masa pandemi
Yuni menerangkan bahwa pandemi Covid-19 memang memberi dampak pada seluruh lini kehidupan, tak termasuk bisnisnya. Namun, pengusaha muda yang kini menjajal bisnis 'coffee shop' bernama Success Coffee tersebut tetap optimis. Ini tentu bisa memberi kekuatan pada pengusaha lain yang cukup terdampak bisnisnya.
"Saya yakin, produk dari BD Yuni Estetica dan Bderma Beauty tetap dapat diterima masyarakat di tengah pandemi karena produk skincare dan kosmetik itu sudah jadi barang pokok bagi para perempuan dan demand-nya tidak berkurang," ujarnya.
Namun, ada satu poin penting yang dicatat Yuni. "Demand-nya memang tidak berkurang tapi cara transaksinya berubah menjadi online. Alhasil, strategi marketingnya harus difokuskan pada digital," lanjutnya.
"Saya optimis karena saya lihat yang berubah itu cara belinya saja yang menjadi online. Dulu di awal pandemi memang penjualan sempat turun sampai 50%, tapi kalau sekarang Alhamdulillah sudah stabil lagi karena sudah ketemu strategi yang pas dengan bisnis saya," tambah Yuni.
(Helmi Ade Saputra)