ASIA Young Designer Awards (AYDA) menjadi ajang para desainer muda menciptakan dampak positif melalui karya desain sebuah bangunan. Tahun ini temanya “Forward; Human Centred Design”.
Mereka ditantang untuk memberikan solusi desain praktis yang memberikan dampak sosial. Para mahasiswa dari 14 negara ikut terlibat dalam ajang ini.
Ajang ini sudah menghasilkan lebih dari 41 ribu karya dari 1.200 institusi pendidikan di berbagai negara. Ajang bertaraf internasional ini eksis sejak 2008.
Ketika mengikuti ajang ini, para desainer bisa bertemu expert internasional di Asia. Terlepas dari berbagai pembatasan yang diberlakukan selama pandemi, karya seni ini sangat bernilai tinggi.
Anak muda Indonesia setiap tahun pun mengharumkan nama bangsa. Di tahun-tahun sebelumnya, Marietta Stefani merupakan mahasiswa Universitas Kristen Petra yang menciptakan karya "Non-Visual Art Gallery".
Marietta Stefani mengungkapkan, meskipun tahun ini semua kegiatan harus dilakukan secara virtual, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk membuat karya terbaik. Ajang ini juga memotivasi dirinya untuk meraih masa depan.
"Ajang ini membawa perubahan besar bagi perkembangan karier saya di kemudian hari. Selain itu, juga menjadi motivasi bagi saya, untuk dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia," terangnya lewat keterangan tertulis.
Patricia Caitlyn Kurniawan mahasiswi cantik dari Universitas Pelita Harapan juga memenangkan . Ia membuat karya bertajuk "Antara".
Patricia mengatakan, karya seninya itu terinspirasi dari pesona Desa Pinggan, Bali. Penduduk aslinya dikenal dengan hasil panennya.