Johanes menjelaskan bahwa nafsu makan diatur oleh mekanisme homeostatic dan hedonic. Mekanisme homeostatic dipengaruhi oleh kebutuhan biologis untuk menjaga cadangan energi tubuh, meningkatkan motivasi untuk makan.
Sebaliknya, mekanisme hedonic dipengaruhi oleh “food reward “ (hadiah makanan), meningkatkan rasa ketagihan akan makanan yang sangat enak dan memacu keluarnya hormon dopamine dan serotonin yang menimbulkan rasa puas diri setelah makan.
"Pengaturan sistem nafsu makan pada balita dimulai di dalam kandungan dan ada berbagai determinan yang menyebabkan menurunnya kemampuan pengaturan diri atas asupan makanan," kata Johanes.
Sebagai contoh adalah faktor genetik, pengalaman pertama indra perasa dan pola makan atau pemberian makan dari lingkungan keluarga sebagai kunci utamanya untuk mengatur sistem nafsu makan tersebut.
(Martin Bagya Kertiyasa)