ORANGTUA mana yang tidak senang jika anaknya banyak makan? Tapi, ada perbedaan besar yang mendasar antara peningkatan nafsu makan yang besar pada anak, serta adanya rasa lapar berlebihan atau ekstrem yang terjadi sejak bayi.
Peningkatan rasa lapar pada anak, bisa jadi hanya mencerminkan perubahan normal dalam nafsu makan yang terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal itu jauh berbeda dengan adanya nafsu makan berlebih, tanpa ada perubahan pola makan.
"Kasus balita dengan nafsu makan berlebihan sebenarnya agak jarang. Nafsu makan berlebihan mungkin dapat merupakan gejala dari kelainan bawaan seperti gangguan struktural pada area hipotalamus di otak," ujar dokter spesialis gizi dari RSIA Melinda Bandung, Dr Johanes Chandrawinata, SpGK, MND.
Kondisi ini dikatakan Johanes bisa juga merupakan gejala penyakit seperti insulinoma di mana kelebihan produksi hormon insulin yang terus memacu balita untuk makan.
Nafsu makan yang berlebihan dan terjadi sejak bayi perlu diperhatikan, karena bisa jadi si kecil mengalami polyphagia, yang juga disebut hyperphagia, yaitu kondisi dimana seseorang terus menerus merasakan adanya rasa lapar yang ekstrim sehingga memiliki nafsu makan yang luar biasa besar.
Nafsu makan anak yang besar dapat dikaitkan dengan kondisi genetik langka seperti sindrom Prader-Willi, yang masing-masing terkait dengan hyperphagia atau polyphagia dan regulasi perilaku makan.