“Meski efikasinya rendah, tapi vaksin Sinovac mencegah seseorang sakit berat dan meninggal lumayan bagus. Memang tidak 100 persen, tapi lebih baik divaksin, karena bisa melindungi 4-5x lebih tinggi dibandingkan tidak divaksin,” sambungnya.
Dokter Fajri melanjutkan bahwa di Amerika vaksin Sinovac tidak diakui. Karena ada orang yang sudah disuntik vaksin Sinovac dua kali, sampai di sana di suruh suntik vaksin lagi.
“Artinya kalau saya pribadi, kita bisa melihat nanti dulu. Sebab merekomendasikan itu membutuhkan data. Perkara beda jenis vaksin masih membutuhkan data. Yang jelas Sinovac saat ini telah di ACC oleh WHO dan masuk dalam Emergency Use Listing,” tuntasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)