VAKSIN Covid-19 memang sudah banyak beredar dengan berbagai macam merek dan tingkat efikasi. Meski demikian, jumlah vaksin Covid-19 in belum menutupi kebutuhan akan vaksin seluruh dunia.
Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) terus mendorong pembuatan vaksin Covid-19, salah satunya buatan perusahaan bioteknologi Moderna asal Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.
Dilapor Reuters, Minggu (2/5/2021) pada Jumat 30 April lalu WHO diketahui baru saja mendaftarkan vaksin Covid-19 buatan Moderna, MRNA.O untuk penggunaan darurat (emergency use) yang kelima akan diberi status, dengan maksud untuk mempercepat persetujuan vaksinasi dengan vaksin ini di Amerika Serikat.
“Tujuannya adalah untuk membuat obat-obatan, vaksin dan diagnosa tersedia secepat mungkin untuk mengatasi keadaan darurat,” bunyi pernyataan WHO.