Seiring dengan berkurangnya penjaja kerak telor, pak Ohar selaku penjual mengaku bahwa tidak setiap hari dagangannya laku. Kerak telor hanya laris manis di saat ada festival seperti pada perayaan hari ulang tahun Kota Jakarta.
"Pernah dalam sehari enggak ada yang beli. Karena sekarang sepi," ujarnya.
Padahal, kerak telor dibanderol dengan harga yang tidak terlalu mahal. Untuk kerak telor yang menggunakan telur ayam, Pak Ohar menjualnya dengan harga Rp20 ribu, sedangkan untuk menggunakan telur bebek, Anda bisa merogoh kocek Rp25 ribu.
(Dyah Ratna Meta Novia)