Unggahan Wang menjadi viral di media sosial, dan akhirnya diangkat oleh media lokal utama. Dihadapkan dengan respons negatif yang sangat besar, perusahaan technology tersebut tidak punya pilihan selain mengeluarkan pernyataan tentang masalah tersebut.
Juru bicaranya mengakui bahwa karyawan kantor sebenarnya telah diberi bantal kursi pintar, tetapi membantah bahwa perusahaan bermaksud menggunakannya sebagai alat pemantauan.
Baca juga: Selain Uang, 4 Barang Ini Tak Boleh Ditaruh di Bawah Bantal Lho
"Kami memberikan bantal kepada karyawan kami hanya untuk mengumpulkan lebih banyak data uji, bukan memantau mereka," kata juru bicara perusahaan tersebut.
Ia menambahkan bahwa hadiah itu sebenarnya adalah uji pra-pasar untuk aksesori kursi pintar. Penjelasan ini tidak banyak membantu menenangkan kabar yang beredar, terutama karena ada banyak hal yang tidak benar-benar sesuai.
Investigasi yang dilakukan oleh Chinese Publication 21st Century Business Herald mengungkapkan bahwa karyawan telah diberi formulir persetujuan untuk pengumpulan data, tetapi hanya dalam bahasa Inggris, bukan bahasa China.
Baca juga: Lebih Sehat Mana, Tidur Pakai Bantal Atau Tidak?
Seorang pengacara dari publikasi tersebut juga menduga bahwa perusahaan telah melanggar undang-undang privasi dengan mengizinkan data yang dikumpulkan untuk dibagikan dengan karyawan lain, seperti manajemen sumber daya manusia.
"Jika perusahaan telah memberi tahu karyawan tentang hal itu sebelumnya dan mendapatkan persetujuan mereka, maka program persidangan ini legal. Namun, dokumen persetujuan yang dikirim ke staf semuanya dalam bahasa Inggris, bukan bahasa utama mereka," jelas pengacara Yang Wenzhan.
(Hantoro)