Emosi berkecamuk di kamar
Langkah demi langkah yang dijalankan Andin untuk menunjukkan kepada Al bahwa cinta memanglah tulus berlanjut ke kamar tidur. Andin menata kamar dengan sejumlah lilin sehingga suasana menjadi romantis. Di momen ini pula Andin mengungkapkan dia telah tahu bahwa Al memang mencintainya.
Andin membelai wajah Al sembari mengutarakan kata-kata romantis. Al yang tak menyangka tingkah romantis istrinya hanya terpaku menatapnya. Al pun memegang wajah Andin dengan tatapan dingin.
Tak dikira, penonton yang sudah larut dalam suasana romantis, harus gigit jari oleh keputusan Al yang menolak untuk berhubungan suami-istri. Al melepaskan genggaman tangan Andin, sehingga hati istrinya hancur berkeping-keping. Andin pun tak tahu harus berbuat apa, hanya menangis karena penolakan Aldebaran.
(Helmi Ade Saputra)