Prof. Jon Rhodes, Profesor Emeritus Kedokteran di Universitas Liverpool, mengatakan bahwa vitamin D memiliki efek antiinflamasi dan beberapa penelitian menunjukkan vitamin D dapat mengurangi respons kekebalan tubuh terhadap virus.
"Ini mungkin relevan pada pasien virus corona, dimana kerusakan paru-paru yang parah dapat terjadi akibat keadaan peradangan dari virus," jelas dia.
Tapi, perlu diingat meskipun suplemen vitamin D sangat aman, mengonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan setiap hari bisa berbahaya dalam jangka panjang.
(Martin Bagya Kertiyasa)