Konsep hyperloop pertama kali diperkenalkan oleh Elon Musk pada tahun 2013. Ia mengembangkannya melalui perusahaan Space X-nya. Dengan perjalanan waktu, ia akhirnya menjadikan teknologinya menjadi open-source, dan tidak lagi terlibat dalam perkembangannya.
Perusahaan hyperloop Virgin Hyperloop yang baru saja mengujicobakan ‘pod’nya ini awalnya bernama Hyperloop Technologies pada saat dibentuk tahun 2014. Perusahaan ini kemudian diakuisisi Richard Branson, dan kini menjadi Virgin Hyperloop.
‘Pod’ yang dikembangkan oleh Virgin Hyperloop untuk ujicoba memiliki kapasitas 2 penumpang dan bergerak pada kecepatan 160 km per jam. Desainnya sangat futuristik dan menyerupai interior pesawat luar angkasa. Bentuk interior dan eksteriornya diberi lekukan yang membulat sehingga terkesan lembut.
Ketika konsep hyperloop sudah lebih dimatangkan dan siap digunakan untuk publik, kapsul yang akan diimplementasikan akan berukuran lebih besar dengan kapasitas 28 penumpang dan kecepatan 760 mil (setara dengan 1223 km) per jam pada track yang lebih panjang.
Ingin tahu lebih lanjut tentang first class Lifestyle, silakan klik HighEnd-Magazine.
(Martin Bagya Kertiyasa)