Dikopyok-Kopyok
Bagi yang tidak tahu apa itu mi kopyok, seperti yang dihimpun Semarangpos.com dari berbagai sumber, hidangan kuliner itu diolah dengan cara dicelupkan secara berulang kali ke air mendidih atau orang Jawa menyebutnya "dikopyok-kopyok”.
Teknik tersebut dilakukan agar mi terasa lebih lembek. Sebelu dicelupkan, mi harus sudah dalam kondisi yang kenyal karena sudah matang. Untuk menjaga keaslian rasa, Pak Dhuwur memproduksi mi sendiri.
(Foto : @miekopyok_pakdhuwur/Instagram)
Biasanya, pengunjung akan menemukan berbagai macam bahan makanan yang menggugah selera jika dinikmati berbarengan. Ada mi sebagai bahan utama, lalu lontong, irisan tahu pong, taoge, potongan seledri, dan terakhir taburan bawang goreng.
Kalian juga akan menemukan kerupuk gendar saat membeli Mie Kopyok Pak Dhuwur. Makanan pendamping tersebut berasal dari nasi yang diberi bumbu dan penambah rasa. Tak lupa siraman kuah yang khas membuat sepiring mi kopyok semakin maknyus.
Pengunjung bisa menikmati olahan Pak Dhuwur itu mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Seporsi mi diberi harga Rp13.000. Sedangkan untuk ukuran jumbo, kalian hanya perlu merogoh kocek Rp16.000.
(Helmi Ade Saputra)