KEMUNCULAN kerajaan di Purworejo, Jawa Tengah menggemparkan masyarakat. Kerajaan yang dinamakan Keraton Agung Sejagat itu disebut-sebut penerus Kerajaan Majapahit.
Tapi, fakta menjelaskan bahwa itu semua hanya halusinasi. Raja dan Ratu Sejagat Purworejo yang memimpin Kerajaan Agung Sejagat memanipulasi banyak hal.
Akhirnya, membuat masyarakat di Purworejo percaya dengan Keraton Agung Sejagat. Mereka mengikuti aliran Raja dan Ratu Sejagat Purworejo yang menghebohkan itu.
Dijelaskan Psikolog Sosial Ade Iva Wicaksono, yang paling berpengaruh dari kasus ini adalah manipulasi budaya. Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat punya kepercayaan yang tidak sesuai dengan budaya yang ada.
"Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat menggunakan kepercayaan yang begitu dianut masyarakat di sana dan memanipulasi nilai yang ada dengan simbol-simbol yang dekat dengan kultur di sana," paparnya pada Okezone melalui sambungan telepon, Kamis 16 Januari 2020.