Namun karena sudah sangat putus asa, wanita itu hanya bisa pasrah dan mempercayai Luo.
"Dia sangat gugup dan otot-otot wajahnya sangat tegang, sehingga saya gagal pada percobaan pertama. Saya menasihatinya untuk ke rumah sakit, tetapi staf kereta mengatakan kepada kami bahwa itu akan memakan waktu satu jam lagi. Dia menjadi sangat gelisah dan ingin rahangnya segera diobati, jadi saya setuju untuk mencoba lagi," ungkap Luo.
Pada percobaan kedua, Dr. Luo berhasil mengatur rahang pasiennya dengan baik. Wanita itu bisa menutup mulutnya kembali. Ia mengatakan sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa beberapa tahun lalu, ketika dirinya sedang dalam keadaan hamil besar. Demikian dilansir Okezone dari OddityCentral, Jumat (13/9/2019).
(Helmi Ade Saputra)