BANYAKNYA produk perawatan kulit yang beredar justru bisa menimbulkan kebingungan pengguna atau bahkan menyebabkan masalah kulit. Bahkan, pilihan produk perawatan kecantikan saat ini lebih tinggi dari kebutuhan konsumen itu sendiri.
Ketika konsumen menemukan perawatan kecantikan yang tepat, dibutuhkan banyak kekeliruan (trial and error) yang berdampak terhadap hilangnya waktu (time spent). Hal ini dikenal dalam dunia marketing dengan istilah consumer pain points atau pengalaman yang menyulitkan konsumen. Sebab faktanya, memilih produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit, bukan perkara mudah.
Pertama, kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi jenis kulit. Menurut dr. Leslie Baumann, seorang peneliti dan ahli kecantikan dari Amerika, jenis kulit sesungguhnya dibagi berdasarkan 4 kategori dasar, yaitu level sebum, sensitivitas, pigmentasi dan elastisitas. Dari 4 kategori dasar inilah, kita akan mendapatkan 16 jenis kondisi kulit yang berbeda.
Kedua, dalam memilih perawatan yang tepat, ada banyak faktor lain di luar jenis kulit yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk perawatan kecantikan, seperti: Apakah produk menjawab kebutuhan spesifik kulit (menghilangkan noda hitam), apakah bahan aktif kandungannya aman untuk jenis kulit? Dan sebagainya.
Lantas apa hubungannya perawatan kecantikan dan tes DNA kulit? Klik halaman selanjutnya untuk informasi lebih lanjut: