Kisah KKN Mistis, Tumbal Ajian Kekuasaan Bu Lurah

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 05 September 2019 18:05 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

Publik ramai membahas KKN Desa Penari yang katanya berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Bahkan, kisah ini katanya siap dibukukan dan dibuat filmnya.

Saking hebohnya cerita ini, tak sedikit akhirnya netizen membuat lelucon kisah horor ini. Hal ini kemudian membuat publik bertanya-tanya, benarkah KKN Desa Penari itu nyata?

Di sisi lain, Okezone berhasil menemukan kisah KKN lain yang tak kalah bikin Anda merinding. Kisah ini datang dari Dila (nama samaran). Dia menceritakan kalau tim KKN-nya di Jawa Timur, menjadi korban dari 'Ajian Kekuasaan' Bu Lurah.

Para mahasiswa ini mesti menanggung beban yang tak mereka buat. Anak muda ini mesti berhadapan dengan makhluk halus yang merasa telah diganggu dengan keberadaan mereka. So, seperti apa kisah Dila dan teman-teman KKN-nya di desa dengan Bu Lurah yang melakukan ajian khusus? Inilah cerita pengalaman KKN mistis Dila.

Sekitar bulan puasa 2012, aku dan teman-teman menyelesaikan program KKN sebagai syarat untuk menulis skripsi. Kelompokku bernomor urut 46. Anggotanya kurang lebih 30 orang dengan perbandingan perempuan 13 dan laki-laki 17.

Jujur, aku tak ingat nama mereka satu per satu. Wajahnya pun ada yang tak bisa kubayangkan lagi.

Komposisi anggota kelompok KKN 46 tersusun atas mahasiswa dari jurusan dan fakultas berbeda. Hanya Fakultas Kedokteran, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang punya dua delegasi.

Sisanya hanya seorang dari satu jurusan. Kami semua disatukan oleh kampus dan kampus juga yang mengatur anggota kelompok, nomor kelompok, dan di mana ditugaskan.

Oh ya, namaku Dila. Kampusku berlokasi di sebuah kota di Jawa Timur. Kelompokku mendapatkan tempat KKN di desa dalam kabupaten yang sama dengan universitasku. Jarak tempuh kurang dari dua jam menggunakan bus.

Keseluruhan program KKN berlangsung dalam dua bulan, termasuk persiapan atau pembekalan di kampus dan pelaksanaan di desa (masing-masing sebulan).

Bayanganku tentang KKN adalah ideal. Aku bisa melakukan pengabdian pada masyarakat sebagai sivitas akademika. Tetapi, bayangan itu kandas bahkan pada bulan persiapan program.

Ada beberapa alasan kenapa bayangan idealisme KKN-ku rusak. Pertama karena desa yang aku dan teman-teman tempati sudah sering digunakan sebagai tempat KKN. Kedua karena lurahnya menyebalkan. Terakhir dan yang utama adalah karena program tidak berjalan maksimal, khususnya di dua minggu pertama. Penyebabnya lebih tidak masuk akal lagi, hal-hal mistis.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya