Sayang semua pikiran itu salah. Landon mengalami serangan jantung akibat dehidrasi 12 jam setelah pulang ke rumah. Pada saat itu usianya belum genap tiga hari dan ia harus dirawat di NICU untuk mendapatkan pertolongan. Tentu penyesalan mendalam sangat dirasakan oleh Jillian. Hal ini lantaran anaknya tidak mendapatkan cukup ASI padahal ia sering menyusui.
"Setelah kejadian itu dokter NICU memberikan saran. Menurutnya, memberikan ASI langsung lewat payudara memang cara yang terbaik, namun tidak ada salahnya menyusui juga dilakukan dengan botol untuk memastikan bayi mendapatkan makanan yang cukup," katanya.
"Andai bisa kembali ke masa lalu, saya pasti akan melakukannya. Sayang semua terlambat, Landon meninggal beberapa jam setelah mendapat pertolongan perawatan," tandas Jillian.
Sementara itu, seorang dokter anak, Rachel Prete, MD mengatakan kasus yang dialami Jillian cukup jarang terjadi. Sebab biasanya dokter, perawat, dan konsultan laktasi akan membantu mengarahkan ibu baru untuk menyusui dengan baik serta cara menghadapi berbagai tantangan.
Dirinya mengingatkan bayi yang mendapatkan cukup ASI biasanya mengeluarkan ekspresi puas dan tertidur. Oleh karenanya, jika orangtua merasa ada yang tidak beres, maka bisa meminta bantuan dokter untuk mengecek status hidrasi bayi.
Tak hanya itu, ada tanda-tanda peringatan yang harus diperhatikan jika bayi mungkin mengalami dehidrasi. Mulai dari ibu yang tidak dapat mengeluarkan kolostrum atau ASI, bayi menunjukkan tanda-tanda lapar dan tidak pernah puas, penurunan berat badan, serta bayi tidak buang air kecil maupun buang air besar.
(Martin Bagya Kertiyasa)