Ia berharap, selain sapi Bali untuk sapi pekerja dan sapi potong, juga bisa dijadikan sapi perah untuk mendapatkan susu karena kualitasnya bagus, lebih bagus dari susu kambing. Apalagi kalau diolah lagi menjadi produk–produk, seperti kefir. “Sementara kita punya keunggulan sapi Bali yang merupakan plasma nutfah,” ujarnya.
Kegiatan memerah sapi Bali inipun, menurutnya, bisa dijadikan skala industri. Namun untuk menjadi industri dibutuhkan inovasi dan kreativitas.
Bali pun telah memiliki sistem pertanian terpadu (Sipadu). Dari Sipadu inilah nantinya bisa dikembangkan industri susu sapi perah. Dalam pertanian Sipadu, sapi hanya digunakan untuk sapi potong dan sedikit untuk sapi pekerja.
Sementara untuk mendapatkan bibit sapi potong, sebagian bibit tersebut bisa dianakkan. “Untuk mendapatkan susu, maka perlu membuat kebijakan agar Sipadu tidak mengarah pada sapi potong saja atau penggemukan, tapi juga pembibitan. Waktu pembibitan ini kan susunya sisa, sehingga bisa diambil susunya,” jelasnya.
Yang diperlukan adalah membangun sistem untuk mendapatkan susu sapi Bali. Perlu juga edukasi pada petani untuk memerah susu sapi Bali. Upaya edukasi ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah tapi semua pihak.
(Muhammad Saifullah )