Underwear itu dapat digunakan kembali selama 18 bulan. Ide Sian untuk membuat underwear tersebut didasari pemikirannya untuk merancang produk tradisional yang bisa digunakan selama periode menstruasi namun tetap ramah lingkungan.
Tercatat sebagai mahasiswa sarjana di Universitas Leicester de Montfort, Sian menyadari jika sebenarnya produk serupa telah dijual di pasaran. Tapi dia memastikan hasil karyanya berbeda, lantaran lebih seksi dan menarik.
"Saya menyadari semua celana yang bisa menampung darah menstruasi memiliki desain yang tidak begitu menarik. Saya ingin mencoba dan membuat pakaian dalam yang menunjukkan seseorang akan bangga mengenakannya, sesuatu yang membuat orang merasa seksi meskipun sedang mengalami menstruasi," ujar Sian seperti dikutip dari The Sun.
Baca Juga: Pelukan Terakhir Menteri Hanif Dhakiri dengan Pak e Lor