Plastik tersebutlah yang menghambat sistem pencernaannya hingga membuat rusa tersebut menjadi sulit untuk memuntahkan dan mencerna makanan. Usust punya usut, kejadian ini bukan hanya baru pertama kali terjadi.
Pada tahun lalu, sekira enam ekor rusa telah ditemukan mati dengan plastik yang tersimpan dalam perut mereka. Pengunjung taman tampaknya sering memberik makan para rusa dari kantong plastik. Hewan-hewan ini kerap bingung dalam membedakan antara wadah dan isinya dan menelan seluruh benda itu.
Dalam upaya untuk mencegah rusa menelan sampah plastik, Welfare Association telah menciptakan tas ramah lingkungan yang terbuat dari bahan-bahan alami. Para wisatawan dianjurkan untuk menggunakan ini sebagai pengganti plastik yang berbahaya.
(Renny Sundayani)