Seringkali perempuan yang sedang hamil mudah terkena stres, misalnya karena pikiran yang tidak menentu. Stres saat hamil mungkin sangat normal dialami oleh para calon ibu. Tapi tahukah Anda dampak yang akan terjadi pada anak-anak yang ibunya stres pada saat mengandung mereka?
Salah satu dampaknya adalah anak akan tumbuh menjadi lebih tangguh secara mental seperti yang dilansir dari Dailymail pada, Jumat (03/05/2019).
Penelitian baru menunjukan anak-anak yang ibunya mengalami stres saat mengandung mereka dapat tumbuh menjadi lebih tangguh secara mental. Ditemukan bahwa masalah kejiwaan lebih jarang terjadi pada anak-anak yang lahir dalam komunitas kekerasan tinggi di mana sang ibu menderita tekanan mental dan fisik selama kehamilannya.
Para peneliti menyarankan anak-anak yang terpapar stres di dalam rahim mengembangkan mekanisme perlindungan alami yang membuat mereka lebih tangguh saat mereka tumbuh dewasa. Anak-anak tampaknya lebih tangguh ketika berada di lingkungan stres tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang ibunya tidak mengalami masalah yang sama saat hamil. Tetapi satu kritikus mengingatkan kepada ibu bahwa hal tersebut bisa merusak perkembangan otak bayi, berpotensi mempengaruhi bagaimana fungsinya setelah lahir.
Para ilmuwan dari Universitas Linkoping di Swedia menganalisis 120 ibu dan 120 anak-anak mereka di lingkungan yang sulit di Brasil di mana kekerasan geng dan kekerasan dalam rumah tangga marak terjadi. Sementara para ibu sering menunjukkan tanda-tanda depresi, PTSD dan kecemasan setelah pelecehan, anak-anak mereka tumbuh dengan kemampuan untuk 'mematikan respons stres'.