Menguak Misteri Jembatan Panus Depok, Serangan Hantu Kepala Buntung (2)

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 21 Maret 2019 23:11 WIB
Jembatan Panus Depok. (Foto: Okezone)
Share :

Furi tiba-tiba terdiam cukup lama, dia terlihat sedang menyimak dengan seksama apa pesan Stefanus selanjutnya.

"Dia ingin dikunjungi hari Kamis pukul 11 siang, karena itu adalah jam dia ditembak. Atau kalau mau hari Sabtu jam 11 siang karena itu waktu istrinya lompat ke dasar jembatan. dia sangat welcome," ungkap Furi menyampaikan pesan Stefanus.

Cerita Furi memang cukup membuat kami tenang, karena yakin dia bukan hantu saja. Hanya saja, tiba-tiba dia menyebut. "Dia suka sama salah seorang laki-laki di sini, karena memang punya tujuan ingin menguak fakta, bukan cuma karena pekerjaan," ucapan Furi itu pun membuat saya diam, takut, senang, khawatir bercampur jadi satu.

"Yang mana, di sini banyak laki-lakinya," lanjut Furi melihat beberapa kru. Saya pun ikut memandang teman-teman lainnya dengan perasaan bertanya-tanya, mungkin mereka pun sama bingungnya dengan kami.

Furi yang melihat pun sedikit tertawa. Kata-kata dia selanjutnya memang sepertinya di luar skenario awal kami. "Ada yang mau dijadiin mediator?," kata Furi sambil tersenyum.

Kami yang tidak siap akhirnya diam saja, tidak ada satu pun yang mengajukan diri. Saya pun tidak terfikir tubuh saya dimasuki oleh roh lain. Akhirnya Furi pun menggagalkan acara mediasi tersebut. "Just let it flow ya," tutur dia.

Furi pun memberi pengertian ke kami, meskipun sedang gerimis tapi ini adalah best moment spirit ingin menyampaikan sesuatu, dan inilah yang dia maknai dari ghost hunting. "Apa sih makna ghost hunting? Apa harus buat keribuatan, gaduh, heboh lalu kita pergi? Kalau menurut saya sih enggak," katanya.

Di tengah penjelasannya itu, tiba-tiba Furi berhenti lantaran ada salah satu kru Okezone yang mual. Dia pun menjauh ke ujung jembatan untuk menghindari energi negatif. Furi pun melanjutkan penjelasannya yang sempat terpotong. "Jadi setelah bertemu, ada sebuah pesan yang harus dirilis, sehingga menjadi berita yang benar," katanya.

Perempuan ini melanjutkan, memang saat datang ke Indonesia Belanda banyak sekali menyakiti rakyat Indonesia. Tetapi dia berusaha saat membangun jembatan ini, dia membangunnya dengan hati. "Meskipun dalam jangka waktu yang lama..." tiba-tiba Furi menengok ke bawah seakan kakinya digigit serangga.

Saya pun melihat ke arah kaki Furi, memang dia hanya mengenakan celana sebatas lutut. Mungkin digigit nyamuk pikir saya, sayangnya dugaan saya meleset 100 persen. "Kok ada kepala ya, oke," kata Furi sambil melihat ke bawah seakan menyuruh kepala itu pergi.

Saya yang tadinya sudah mulai mengantuk, karena mulai merasa nyaman tiba-tiba segara ketika Furi berkata seperti itu. Jantung saya pun berdesir, udara dingin kembali saya rasakan makin menusuk. Saya melihat Furi yang memblakangi kamera, seakan mencari ke mana kepala itu hilang.

"Mungkin tadi ada yang nanya ya, mbak Furi ngelihat kepala enggak, trus saya bilang enggak, trus dia beneran muncul. Ada yang lihat ga sih?," tanyanya ke kami. Saya hanya menggeleng pelan sambil mencoba mencerna apa yang telah terjadi. "Gw jadi kayak ketakutan sendiri jadinya," lanjut Furi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya