KAIN ulos biasanya bisa dilihat oleh masyarakat dari suku lain salah satunya ketika suku Batak sedang melangsungkan prosesi upacara adat pernikahan. Namun, ternyata hampir setiap tahapan hidup pada Suku Batak, kain ulos memiliki peranan bahkan hingga menutup mata.
Kali ini, masyarakat yang berada di sekitaran Jakarta Barat bisa melihat dan mempelajari lebih dalam jenis kain ulos dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat suku Batak. Dibalut dengan model milenial, pameran Ulos, Hangolun, dan Tondi menjelma tidak sekadar pameran kain tenun tradisional saja, tapi lebih terlihat Instagramable atau apik ketika difoto.
Kelahiran
Memasuki pintu utama pada Museum Tekstil yang berada di bilangan Jakarta Barat, para pengunjung disambut oleh bagian kelahiran. Ya, ulos sudah dipakaikan pada bayi, bahkan diberikan pada ibunya jauh sebelum bayi dilahirkan ke bumi.
Lampu warna merah tanpa ada seberkas sinar terang lainnya, menyinari pandangan mata dan membuat ulos nampak memberikan kesan makna mendalam. Pada lantai tertulis, "Annakonhido Hamoraon prinsip bagi Suku Batak, anak adalah kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun."