Menelisik Tatanan Hidup Suku Batak Lewat Kain Tradisional di Museum Tekstil Jakarta

Annisa Aprilia, Jurnalis
Rabu 19 September 2018 18:44 WIB
Pameran Kain Ulos (foto: April/Okezone)
Share :

"Penenun ulos perlu pendampingan untuk melestarikan motif-motif tua. Sebab, saat ini pembuatan ulos hanya berkejaran pada target jadi kualitas sudah tidak diperhatikan lagi," ungkap Devi dalam sambutannya.

 

Ulos lambang kasih sayang

Tidak banyak masyarakat dari suku lain yang tahu kalau ulos merupakan kain tenun tradisional khas Batak, yang merupakan lambang kasih sayang. Saking dianggap sakralnya, ulos sampai menyatu dalam jiwa dan kehidupan masyarakat Batak.

"Pameran ini diibaratkan serupa buku, pengunjung akan dibawa pada bagian perbagian dari lahir hingga meninggal. Rata-rata umur kain ulos yang dipamerkan berusia di atas 50 tahun," imbuh Devi.

(Baca Juga: Pakai Hijab di Kontes Kecantikan Internasional, Wanita Berdarah Indonesia Ini Curi Perhatian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya