SEBAGIAN besar orang mungkin percaya bahwa mengonsumsi makanan kaya karbohidrat di malam hari bisa meningkatkan berat badan. Padahal sejatinya makan karbohidrat, seperti nasi goreng, spaghetti, atau pizza di malam hari tak selamanya bisa berakibat buruk.
Diungkapkan oleh Michael Mosley, seorang dokter yang mengampanyekan diet 5:2 dan diet rendah gula darah, bahwa konsumsi karbohidrat di malam hari bisa menyebabkan kegemukan tidaklah benar. Namun, memang kebanyakan orang sudah terlanjur percaya bila makan karbohidrat di malam hari bisa berakibat buruk bagi kesehatan.
"Bahkan, banyak yang percaya bahwa mengonsumsi karbohidrat di malam hari efeknya lebih buruk dibandingkan ketika Anda sarapan pagi," kata Michael Mosley, seperti dilansir Independent, Minggu (21/1/2018).
(Baca Juga: Ketika Para Tokoh Terkenal di Dunia Minum Teh dan Menyita Perhatian)
Hal ini dibuktikan dengan uji coba Mosley yang bekerja sama dengan Adam Collins, seorang dokter dari Universitas Surrey. Mereka melakukan eksperimen selama lima hari dengan melibatkan para partisipan yang mengonsumsi karbohidrat di malam hari.
Semua peserta penelitian mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sama setiap hari yaitu roti, nasi, pasta dan sayuran. Selain itu, gula darah mereka juga dimonitor.
Selama lima hari pertama, para partisipan makan karbohidrat untuk sarapan pagi dan lima hari berikutnya makan makanan normal sebelum akhirnya beralih ke sarapan rendah karbohidrat dan makan malam dengan karbohidrat tinggi selama lima hari terakhir.