SELAIN rendang, salah satu makanan asal Tanah Minang yang cukup digemari berbagai kalangan adalah dendeng. Hampir semua restoran padang menyediakan makanan lezat ini di dalam daftar menu mereka. Uniknya, hidangan ini memiliki beberapa varian dengan ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah dendeng batokok.
Dalam bahasa Minang, tokok berarti ‘pukul’, sedangkan dendeng adalah irisan daging sapi. Jika digabungkan, dendeng batokok berarti irisan daging sapi yang dipukul-pukul hingga tipis, lembut, dan tidak kenyal. Makanan ini merupakan cici khas Bukittinggi.
Nah, bagi Anda yang masih bingung mengolah stok daging kurban di rumah, kenapa tidak membuat dendeng batokok saja? Cara mengolahnya tidak sesulit yang dibayangkan. Langkah pertama, Anda bisa memulainya dengan mengiris tipis-lebar daging sapi rebus. Saat mengiris daging, irislah searah dengan serat daging agar teksturnya tidak mudah hancur. Setelah itu, pukul-pukul daging tersebut dengan cobek agar tekstur daging menjadi lebih lembut.
BACA JUGA:
IDUL ADHA 2017: Mengolah Daging Kurban ala Menu Western, Spaghetti Lamb Meatball
Hapus Kesedihan, Karyawan yang Baru Dipecat Bisa Makan Burger Gratis di Resto Cepat Saji Amerika
Untuk diketahui, tidak semua bagian daging dapat diolah menjadi dendeng batokok. Hanya bagian rump (dekat ekor) dan sengkel (bagian paha atas) yang cocok untuk diolah. Tahap selanjutnya adalah menentukan apakah dendeng akan dibuat basah atau kering. Namun pada umumnya dendeng batokok selalu disajikan dalam keadaan kering.
Nah untuk mengeringkan daging, Anda bisa menggunakan dua cara yakni, menjemur atau memanggangnya di dalam oven. Jika terpaksa menjemurnya, letakkan daging di bawah terik matahari sepanjang hari. Tentu saja teknik ini hanya bisa dilakukan jika matahari bersinar sepanjang hari, sehingga dendeng benar-benar garing. Namun jika ingin lebih praktis dan ‘aman’, Anda bisa memanggang dendeng sapi di dalam oven dengan menambahkan sedikit bumbu.
Tahap terakhir adalah menggoreng dendeng bersama campuran bumbu pelengkap. Bagi yang suka pedas pedas, Anda bisa mencampurkannya dengan cabai hijau yang diiris kasar, atau cukup dengan menambahkan ulegan cabai merah untuk memunculkan sensasi rasa balado yang khas. Sementara itu, jika keluarga di rumah tidak menyukai makanan pedas, Anda bisa mengganti cabai dengan bahan lain seperti bawang merah dan bawang putih.