Moms, Beri Pengertian pada Anak Pelaku Bully dan Bijaksanalah!

Vessy Frizona, Jurnalis
Rabu 19 Juli 2017 09:13 WIB
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)
Share :

DUA kasus bully yang menjadi viral melalui media sosial belakangan ini sungguh membuat hati miris. Mungkin yang sakit hati melihat kejadian ini bukan saja orangtua korban, tetapi juga orangtua pelaku.

Mengetahui anak mereka pergi ke sekolah dan ke kampus bukan untuk belajar tetapi menghajar teman mereka. Pertama kasus bully di lorong kios Tamrin City, Jakarta Pusat yang dilakukan murid SMP dan SD. Di saat yang bersamaan di tingkat perguruan tinggi, penderita autis yang menjadi korban olok-olok sesama mahasiswa di kampus Gunadarma, Depok.

Menyebarnya video anak-anak melakukan tindakan keji, sudah pasti turut menyeret nama orangtua mereka. Lantas bagaimana cara dialog yang baik orangtua kepada anak yang terang-terangan tertangkap sebagai pelaku bully?

“Katakan kepada anak, bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak baik. Beri pemahaman mendalam tentang hukum kehidupan,” ujar Musni Umar selaku Sosiolog.

Contohnya, mengatakan kepada anak, “Tidak boleh menyakiti orang lain, karena suatu saat kita akan disakiti. Meskipun yang membalas bukan orang yang disakiti. Balasan bisa datang dari orang lain.”

“Begitu pula sebaliknya, jika kita baik kepada orang lain, maka orang lain juga akan baik. Atau kebaikan akan datang dari orang yang tak diduga,” tambahnya.

Sampaikan pula kepada anak untuk jeli memilih teman. Sebab, teman memberi pengaruh. Seperti berteman dengan pecandu narkoba, dia akan mengajak menggunakan narkoba atas nama solidaritas. “Maka telitilah memilih teman,” tukasnya.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya