KAYA REMPAH: Menyimak Asal-usul Cengkeh, Tanaman Rempah Purbakala Khas Maluku

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Sabtu 01 Juli 2017 14:15 WIB
Rempah Indonesia cengkeh (Foto:Momjunction)
Share :

CENGKEH merupakan salah satu jenis rempah yang masuk dalam suku Myrtaceae. Selain memiliki aroma yang khas, cengkeh juga dapat diolah menjadi bahan obat-obatan.

Berdasarkan literatur berbagai sumber, cengkeh merupakan tanaman asli dari kepulauan Maluku yakni, Ternate dan Tidore, yang dulunya dikenal sebagai Spice Islands oleh para penjelajah. Konon katanya, cengkeh diklaim sebagai rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi!

 <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:27.083333333333332% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BTNnEtkhovE/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by djanatin garden (@primahagenta)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-04-23T03:24:17+00:00">Apr 22, 2017 at 8:24pm PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Pada abad pertengahan sekitar 1.600 Masehi, cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling populer dan mahal di Eropa. Bahkan, harganya pun bisa melebihi harga emas.

Terlepas dari fakta tersebut, asal usul cengkeh di Indonesia kabarnya bermula dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa kejayaan Kerajaan Ternate di Maluku Utara dan Kerajaan Kapahaha di Morella, Ambon.

Pada saat itu, Sultan Ternate mengadakan pertemuan dari seluruh Maluku untuk bergabung dengan Kerajaan Ternate. Salah satu tamu undangan adalah Raja dari Kerajaan Kapahaha.

Maksud dari pertemuan tersebut adalah Sultan Ternate ingin menjadikan semua wilayah di Maluku berada di bawah kekuasaan Ternate, dan setiap wilayah yang bergabung harus membayar upeti. Semua pemimpin setuju kecuali Raja Kapahaha.

 <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50.0% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BSC5RT5BhVj/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by yaz bas (@yazbas)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-03-25T03:00:15+00:00">Mar 24, 2017 at 8:00pm PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Sebagai wujud penolakan Raja Kapahaha, ia mengirim upeti kepada Sultan Ternate yang ternyata berisi mayat bayi. Sultan pun memerintahkan pengawalnya untuk menanam (memakamkan) mayat bayi tersebut di depan Keraton.

Beberapa tahun kemudian terjadi keanehan pada makam tersebut karena pada dua batu nisannya tumbuh dua tanaman yang saat ini dikenal sebagai tanaman cengkeh. Demikian dilansir Okezone dari berbagai sumber.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya