Ladies, Yuk Tampil Gaya dengan Kaus Bergaris

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 21 Juni 2017 21:12 WIB
Share :

TAMPIL fashionable dengan atasan kaus bukanlah hal yang mustahil. Dengan mix and match yang tepat, kaus garis-garis horizontal atau yang lebih dikenal dengan kaus Breton stripe bisa jadi andalan untuk menghidupkan gaya keseharian.

Seakan tidak lekang tergerus alur fashion, kaus garis-garis ini justru berhasil menghadirkan gaya yang chicpara selebriti dan tokoh dunia dari tahun ke tahun. Mulai dari kategori anak, dewasa wanita hingga pria. Sebut saja Duchess of Cambridge Kate Middleton, yang terlihat gaya dengan atasan kaus Breton stripe dengan paduan jaket berwarna navy dan celana jeans. Alexa Chung pun terlihat beberapa kali membalut tubuhnya dengan kaus Breton stripe.

Salah satunya ketika kaus Breton stripeterlihat chic dengan paduan celana overallberwarna navy. Bahkan, jauh sebelum itu, Madonna pada tahun 1985 pun mempertontonkan gaya Parisian dengan kaus Breton stripe ketika berada di Tokyo. Melihat, kebebasan para selebriti dan tokoh dunia mengekspresikan diri dengan kaus Breton stripe, tak terbantahkan motif garis-garisnya menjadi tren yang terus berjalan. Motif garis-garis pada kaus Breton sebenarnya lebih dulu terlihat pada seragam Angkatan Laut Prancis pada tahun 1858, yang merupakan ciri ketika para pelaut melakukan pekerjaannya di laut.

Dengan gayanya tersebut, para pelaut Prancis lebih mudah dikenali ketika berada di lautan. Sejarah mengatakan, setidaknya terdapat 21 garis putih dan 21 garis biru di kaus Bretorn dengan lebar masing-masing 2 cm dan 1 cm. Di balik kebenarannya, kenyataannya saat ini kaus Breton yang terinspirasi dari seragam pelaut Prancis telah menjadi busana klasik nan menarik, terutama bantuan dari Coco Chanel. Perancang tersebut mendapat inspirasi dari pelaut lokal yang dia lihat saat berlibur di pantai Prancis.

Dari situ, ia mengenalkan interpretasinya sendiri tentang Breton di koleksi 1917-nya. Saat itu James Dean memberinya kesan yang memberontak, Brigitte Bardot membuat kaus lebih seksi dan Audrey Hepburn lebih ke beatnikdengan Funny Face dalam balutan kaus Breton. Bukan hanya itu, Pablo Picasso, Edie Sedgwick, Jean Paul Gaultier, dan Kate Moss pun memiliki semua sentuhan unik mereka sendiri.

Daya tarik Breton sama kuatnya tiap tahun. Label Burberry menyertakan versi kaus garisgaris horizontal dalam koleksi musim ini, tshirt Comme des Garcons dengan hati tetap menjadi barang yang harus dimiliki orang-orang. Lantas, mengapa masih banyak orang yang terpikat dengan pesona kaus Breton yang sangat sederhana? Beberapa mengatakan wanita Paris dipuja karena kecantikannya yang tidak biasa. Bagi pencinta fashionyang juga mengagungkan kesempurnaan, memilih Breton adalah cara mudah dan terjangkau untuk menyalin gaya wanita Prancis. Pilihan kaus Breton milik Saint James pun jadi alternatif bagi yang ingin tampil gaya.

Berbasis di Kota Normandia dengan nama yang sama, perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 1850, menciptakan kemeja wol yang sekarang terkenal untuk para pelaut. Saat ini masih membuat sweter untuk Angkatan Laut Prancis, dengan omzet £43 juta pada tahun 2016, dan 32% berasal dari mengekspor kaus dan rajutan bergaris-garis. Label itu juga disukai oleh orangorang industri fashion, termasuk stylist Alexa Chung dan Stella Steph Stevens, yang telah memakai Breton sejak tahun 1980-an. “Saya cenderung memilih Saint James karena kualitasnya bagus dan bertahan lama,” kata Stella dilansir dari Telegraph.

Setiap bulan, hampir 239.000 mil wol dirajut di pabrik Saint James oleh para pekerja yang berlatih selama dua tahun. Mempertahankan standar tinggi merupakan bagian dari kesuksesan perusahaan dan berhasil kolaborasi dengan beberapa merek seperti J Crew, Claudie Pierlot, dan Coach. Jacqueline Petipas, selaku direktur koleksi Saint James mengungkapkan, kaus Breton memberikan si pemakai tampilan keanggunan santai yang sulit dikalahkan.

“Bagi orang Prancis, Breton berarti liburan, berlayar, bepergian dan keaslian. Kami berusaha menghadirkan potongan ikon kami untuk menciptakan gaya modern yang bisa bertahan selama banyak musim,” kata Jacqueline. Karena itu, motif garis yang menjadi ikonnya tetap terlihat hidup di mana pun, lewat remaja, pub bahkan fashion week.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya