Daya tarik Breton sama kuatnya tiap tahun. Label Burberry menyertakan versi kaus garisgaris horizontal dalam koleksi musim ini, tshirt Comme des Garcons dengan hati tetap menjadi barang yang harus dimiliki orang-orang. Lantas, mengapa masih banyak orang yang terpikat dengan pesona kaus Breton yang sangat sederhana? Beberapa mengatakan wanita Paris dipuja karena kecantikannya yang tidak biasa. Bagi pencinta fashionyang juga mengagungkan kesempurnaan, memilih Breton adalah cara mudah dan terjangkau untuk menyalin gaya wanita Prancis. Pilihan kaus Breton milik Saint James pun jadi alternatif bagi yang ingin tampil gaya.
Berbasis di Kota Normandia dengan nama yang sama, perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 1850, menciptakan kemeja wol yang sekarang terkenal untuk para pelaut. Saat ini masih membuat sweter untuk Angkatan Laut Prancis, dengan omzet £43 juta pada tahun 2016, dan 32% berasal dari mengekspor kaus dan rajutan bergaris-garis. Label itu juga disukai oleh orangorang industri fashion, termasuk stylist Alexa Chung dan Stella Steph Stevens, yang telah memakai Breton sejak tahun 1980-an. “Saya cenderung memilih Saint James karena kualitasnya bagus dan bertahan lama,” kata Stella dilansir dari Telegraph.
Setiap bulan, hampir 239.000 mil wol dirajut di pabrik Saint James oleh para pekerja yang berlatih selama dua tahun. Mempertahankan standar tinggi merupakan bagian dari kesuksesan perusahaan dan berhasil kolaborasi dengan beberapa merek seperti J Crew, Claudie Pierlot, dan Coach. Jacqueline Petipas, selaku direktur koleksi Saint James mengungkapkan, kaus Breton memberikan si pemakai tampilan keanggunan santai yang sulit dikalahkan.
“Bagi orang Prancis, Breton berarti liburan, berlayar, bepergian dan keaslian. Kami berusaha menghadirkan potongan ikon kami untuk menciptakan gaya modern yang bisa bertahan selama banyak musim,” kata Jacqueline. Karena itu, motif garis yang menjadi ikonnya tetap terlihat hidup di mana pun, lewat remaja, pub bahkan fashion week.
(Muhammad Saifullah )