Ulasan profesi yang berkaitan dengan makanan dalam arti luas juga ada dalam buku Mustikarasa. Hal ini menjadi penanda bahwa kuliner memang perlu diikutsertakan secara aktif dalam pembangunan politik pangan Tanah Air.
"Makanya mungkin tidak heran jika Bung Karno menamakan bukunya sebagai warisan. Menilik dari arti kara warisan itu sendiri adalah sesuatu yang penting bagi generasi selanjutnya," tutup sejarawan muda tersebut.
Buku Mustikarasa Warisan Sukarno, pertama kali diterbitkan pada 1967. Pada 1964, Bung Karno meminta istrinya, Hartini, mengumpulkan bahan-bahan untuk buku tersebut. Dari pamong praja tiap desa, ahli kuliner, sampai ahli gizi dikumpulkan untuk membantu merumuskan bahan-bahan yang dibutukan untuk membuat buku tersebut. Namun karena pada 1965 terjadi Gerakan G-30 S PKI, maka buku itu baru diterbitkan pada 1967.
(Santi Andriani)