BICARA tentang budaya Tionghoa maka kawasan Tangerang, Banten, tak boleh diabaikan. Budaya Tionghoa erat kaitannya dengan masyarakat Tangerang.
Masyarakat keturunan Tionghoa di Tangerang dikenal sebagai Cina Benteng, lantaran terkait dengan masyarakat Tionghoa yang tinggal di dekat benteng, tak jauh dari Sungai Cisadane sejak zaman Belanda.
Hingga kini, masyarakatnya masih bertahan dan bercampur dengan budaya lokal yang kian disebut peranakan. Meski sudah sangat lama, namun budaya Tionghoa masih melekat hingga sekarang.
Jelas, kultur Tionghoa itu juga meninggalkan jejak kuliner tersendiri di kawasan Tangerang. Misalnya saja hidangan ikan cengcuan.
"Ikan cengcuan itu makanan dari etnis Cina Benteng sejak 1.500 tahun lalu," kata Bondan Winarno, pakar kuliner Indonesia di Serpong, Tangerang.
Sajian ikan cengcuan yang dimasak ini terbuat dari ikan samge. Berbeda dengan ikan bandeng yang harganya jauh lebih mahal, ikan samge tergolong bukan ikan istimewa.
Tak ayal masyarakat setempat biasa menghidangkan panganan ini dalam keseharian. Namun tak jarang, ikan cengcuan juga muncul dalam perayaan tertentu seperti Imlek dan lain sebagainya.
"Ikan ini bukan ikan istimewa, tak hanya Imlek, tapi hari-hari biasanya juga sering disuguhkan," pungkas Bondan.
(Santi Andriani)