SETIAP gerai minuman kopi pasti memiliki biji kopi andalan yang digunakan untuk membuat minuman kopi yang nikmat. Seperti kedai Es Kopi Tak Kie yang memilih menggunakan kopi asal Lampung.
Kuliner legendaris memang tak ada tandingannya. Berjualan selama puluhan tahun dan masih bertahan hingga saat ini bukanlah hal yang mudah. Seiring pergeseran zaman, makanan legendaris semakin sulit ditemui karena tergusur oleh restoran berkelas.
Salah satu kuliner zaman dulu yang masih bertahan hingga saat ini adalah kedai kopi es Tak Kie. Jika umumnya kedai kopi selalu menawarkan secangkir kopi hangat maka berbeda dengan kedai yang berlokasi di Glodok Jakarta Barat, pasalnya kedai sederhana ini menawarkan es kopi.
Kopi yang disajikan di kedai ini terbuat dari kopi arabika dari Lampung. Gula pasir dan kopi adalah bahan utama untuk membuat segelas es kopi, tambahan es batu membuat kopi ini terasa dingin dan segar. “Kami dari dulu pakai kopi Lampung,” kata A Yauw alias Latif Yunus, sang pemilik saat ditemui di Jakarta.
Es kopi Tak Kie menawarkan es kopi sejak 1927. Kini kedai kopi Tak Kie dijalankan oleh generasi ketiganya. “Dulu yang mulai jualan kakek saya, sekarang beralih ke saya,” tambah Latif yang sudah berambut putih ini. Meski yang ditawarkan hanyalah menu sederhana, kedai ini sudah banyak dikenal masyarakat luas.
Es kopi Tak Kie menjadi salah satu kuliner legendaris yang turut hadir dalam event Kampoeng Legenda yang digelar di Mal Ciputra mulai 12-13 Agustus 2015. Event ini menghadirkan setidaknya 60 jenis kuliner legendaris dari beberapa daerah di Indonesia.