SATU hal yang menjadi perhatian kala masyarakat Betawi menggelar acara pernikahan adalah hantaran makanan berupa roti buaya. Tahukah Anda dari mana roti buaya berasal?
Seorang budayawan Betawi yang sekaligus pengamat kuliner betawi kenamaan, JJ Rizal, mengatakan, roti buaya berasal dari masyarakat betawi yang bermukim di pesisir sungai.
“Zaman dulu kan sungai di Jakarta masih luas dan kebun, jadi masih banyak buaya yang lalu lalang di sana. Hal inilah yang kemudian menginspirasi masyarakat Betawi untuk membuat sajian berbentuk buaya,” jelas Rizal kepada Okezone ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Roti buaya memiliki bentuk yang menyerupai bentuk buaya asli, bahkan terlihat sisik buaya yang sengaja dibentuk. Ukuran roti ini juga cukup besar, pembuatnya sengaja ingin menampakkan buaya persis dengan aslinya.
Terkait dengan dijadikannya roti buaya sebagai hantaran pernikahan, Rizal menambahkan, masyarakat Betawi menganggap buaya adalah binatang yang setia pada pasangannya. Hal inilah yang menjadi harapan kelak pasangan pengantin menjadi pasangan yang saling setia layaknya buaya.
Saat pernikahan berlangsung, pihak pengantin lelaki akan membawa sepasang roti buaya sebagai bentuk tradisi yang dilakukan turun-menurun selama ratusan tahun lalu.
(Santi Andriani)