
Meski boleh digunakan sebagai alternatif pemanis, bukan berarti penderita diabetes bisa mengabaikan pola makan sehari-hari. Menurut dr. Amadea, penggunaan stevia saja tidak cukup untuk menjaga kadar gula darah apabila konsumsi makanan lainnya masih tidak terkontrol.
Misalnya, seseorang sudah mengganti gula pasir dengan stevia, tetapi masih sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan, tepung-tepungan, dan makanan tinggi gula. Kondisi tersebut tetap dapat memengaruhi kadar gula darah.
Karena itu, pengelolaan diabetes tidak hanya berfokus pada jenis pemanis yang digunakan, tetapi juga perlu memperhatikan keseluruhan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.
“Setiap orang beda ya untuk penyakit diabetes. Kita enggak tahu kondisinya sudah seperti apa, bagaimana kebutuhan makannya,” ujar dr. Amadea.
“Tapi kalau mau menggunakan alternatif gula nih kayak stevia, kalau memang stevianya sudah sesuai dan produknya aman, itu untuk 1 tetes saja kalori dan kandungan gulanya tuh tidak setinggi lonjakan kalau kita makan dengan gula pasir biasa,” lanjutnya.
“Jadi kalau dikatakan boleh atau tidak, boleh sebagai alternatif. Tapi tetap untuk diabetes sendiri harus memperhatikan makanan hariannya. Jangan, ‘Oh boleh nih aku minumnya stevia,’ tapi makan makannya masih tepung-tepungan olahan dan lainnya, sama aja jadinya,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.