JAKARTA - Pilihan minuman di pagi hari ternyata bisa menjaga kesehatan pencernaan. Selain memenuhi kebutuhan cairan setelah tidur semalaman, beberapa minuman dapat membantu melancarkan buang air besar, meredakan rasa mual, hingga mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.
Dikutip dari Verywell Health, ada lima jenis minuman yang bisa menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan pencernaan. Meski begitu, manfaatnya bisa berbeda pada setiap orang, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan tertentu:
Air putih menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mengawali hari. Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga tekstur feses tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sebaliknya, kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko sembelit.
Jika kurang menyukai rasa air putih, kamu bisa menambahkan irisan mentimun, stroberi, atau buah sitrus untuk memberikan sedikit rasa tanpa perlu menambahkan banyak gula.
Bagi sebagian orang, minum kopi pada pagi hari bisa memicu keinginan untuk buang air besar. Hal ini berkaitan dengan kemampuan kopi merangsang aktivitas usus besar.
Kopi masih bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat bagi banyak orang dewasa. Namun, minuman ini tidak cocok untuk semua orang.
Kopi bisa menimbulkan gejala asam lambung naik, sensasi terbakar di dada atau heartburn, serta keluhan pada sebagian orang dengan sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS).
Jika perut terasa tidak nyaman setiap kali minum kopi, coba perhatikan jumlah dan waktu konsumsinya. Kamu juga bisa mengurangi asupan kopi atau memilih alternatif minuman yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh.
Teh jahe bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin menikmati minuman hangat pada pagi hari, terutama ketika perut terasa kurang nyaman.
Jahe telah diteliti karena potensinya membantu mempercepat pengosongan lambung. Proses ini dapat membantu mengurangi rasa begah, kembung, mual, dan gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Jahe juga cukup banyak diteliti untuk membantu meredakan mual, termasuk mual yang berkaitan dengan kehamilan dan pengobatan tertentu.
Teh peppermint merupakan alternatif minuman pagi tanpa kafein yang berpotensi membantu meredakan keluhan pencernaan tertentu.
Peppermint mengandung senyawa yang dapat membantu mengendurkan otot polos pada saluran pencernaan. Karena efek tersebut, peppermint, terutama dalam bentuk minyak yang diteliti secara medis, telah dipelajari untuk membantu mengatasi gejala IBS, termasuk kembung dan nyeri perut.
Namun, teh peppermint tidak selalu cocok untuk semua orang. Efek relaksasi otot juga dapat memengaruhi katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga gejala refluks asam atau GERD bisa memburuk.
Smoothie yang dibuat dari buah dan sayuran utuh juga bisa menjadi pilihan untuk mendukung kesehatan pencernaan. Berbeda dengan jus yang biasanya memisahkan sari buah dari ampasnya, smoothie yang menggunakan buah utuh dapat mempertahankan lebih banyak serat.
Untuk membuat smoothie yang lebih bergizi, bisa dengan memadukan buah, sayuran, oat, hingga biji chia. Namun, jangan langsung meningkatkan asupan serat dalam jumlah besar jika sebelumnya jarang mengonsumsinya.
Penambahan serat terlalu cepat dapat memicu gas dan kembung. Tingkatkan asupan secara bertahap dan pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.