Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi Terpapar Asap Karhutla, Orang Tua Wajib Kenali Tanda Bahaya Ini

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |16:05 WIB
Bayi Terpapar Asap Karhutla, Orang Tua Wajib Kenali Tanda Bahaya Ini
Bayi. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Apakah Bayi yang Terpapar Asap Karhutla Bisa Pulih Sepenuhnya?

Bayi terjatuh

dr. Itna menjelaskan bahwa dampak paparan zat berbahaya dapat berbeda pada setiap anak, bergantung pada kondisi tubuh dan tingkat paparannya. Sebagian anak yang mengalami iritasi atau gangguan pernapasan akibat asap dapat pulih setelah paparan berkurang dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Namun, paparan yang berat atau berulang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak yang memiliki kondisi pernapasan sebelumnya. Meski demikian, tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa setiap bayi yang pernah mengalami ISPA atau terpapar PM2.5 akan mengalami gangguan kesehatan hingga dewasa.

Dampak jangka panjang bergantung pada berbagai faktor, termasuk konsentrasi polutan, lamanya paparan, usia anak, serta kondisi kesehatan masing-masing. Karena itu, bayi yang pernah mengalami gangguan pernapasan berat akibat paparan asap perlu mendapatkan tindak lanjut medis sesuai kondisi dan rekomendasi dokter.

4. Langkah Melindungi Bayi dari Asap Karhutla

Orangtua dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi paparan asap terhadap bayi dan anak-anak. Pertama, kurangi aktivitas di luar ruangan. Hindari membawa bayi keluar rumah ketika asap pekat atau kualitas udara sedang tidak sehat.

Kedua, buat ruang dalam rumah lebih bersih. Tutup pintu dan jendela ketika udara luar tercemar, selama kondisi di dalam rumah tetap aman dan tidak terlalu panas.

Ketiga, gunakan penyaring udara jika tersedia. Pembersih udara dengan filter HEPA dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan.

Keempat, tetap berikan ASI atau susu sesuai kebutuhan. Pantau frekuensi menyusu, asupan cairan, dan jumlah popok basah untuk membantu mengenali tanda dehidrasi.

Kelima, segera cari pertolongan jika muncul tanda bahaya. Jangan menunda pemeriksaan ketika bayi mengalami kesulitan bernapas, tidak mau menyusu, atau terlihat sangat lemah.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement