JAKARTA - Kekhawatiran bayi tertukar di rumah sakit menjadi salah satu hal yang sering menghantui orang tua, terutama bagi mereka yang baru pertama kali memiliki buah hati. Apalagi, belum lama ini publik dihebohkan dengan kasus bayi tertukar di salah satu rumah sakit di Bandung, Jawa Barat.
Meski kasus ini tergolong jarang terjadi, tetap penting bagi orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan sejak awal proses persalinan hingga masa perawatan di rumah sakit. Dengan langkah yang tepat, risiko ini bisa diminimalkan secara signifikan.
1. Pastikan Identitas Bayi Dipasang Sejak Lahir
Segera setelah bayi lahir, rumah sakit umumnya akan memasangkan gelang identitas pada bayi dan ibu. Pastikan gelang tersebut berisi data yang benar seperti nama ibu, tanggal lahir bayi, dan nomor rekam medis. Jangan ragu untuk mengecek ulang informasi tersebut.
2. Pilih Rumah Sakit dengan Sistem Keamanan Baik
Sebelum melahirkan, penting untuk memilih rumah sakit yang memiliki standar keamanan tinggi, seperti penggunaan barcode, sistem pelacakan bayi, atau bahkan teknologi RFID. Sistem ini membantu memastikan bayi selalu teridentifikasi dengan benar.
3. Jangan Ragu Bertanya kepada Petugas Medis