Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi karotenoid dalam mampu menjaga kolagen dan elastin, dua komponen penting yang membuat kulit tetap kenyal.
Menurut para ahli, efek perlindungan antioksidan terhadap paparan lingkungan mungkin baru bisa diukur setelah konsumsi secara konsisten selama sekitar delapan hingga 10 minggu.
Kekurangan vitamin E dapat memengaruhi kesehatan kulit, termasuk memperlambat proses penyembuhan luka. Beberapa sumber vitamin E yang bisa dikonsumsi antara lain kacang almond, hazelnut, kacang pinus, dan minyak dari biji-bijian tertentu.
Kacang-kacangan juga mengandung asam lemak omega-6 yang membantu memperkuat lapisan pelindung kulit sehingga kelembapannya lebih terjaga. Selain itu, ada asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan dalam ikan berlemak dan alga.
Sejumlah penelitian berskala kecil menunjukkan bahwa omega-3 berpotensi membantu mengurangi sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Ikan berlemak juga dapat mendukung pemeliharaan kolagen dan membantu mengurangi peradangan.
Kesehatan usus ternyata juga berkaitan dengan kondisi kulit. Hubungan antara keduanya dikenal sebagai gut-skin axis, yaitu keterkaitan antara mikroorganisme di dalam usus dan kesehatan kulit.