JAKARTA — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) belakangan ini kembali menjadi perhatian serius publik. Terlebih di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi hingga saat ini.
Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan dalam unggahan di akun Instagramnya menuturkan bahwa ancaman ISPA makin nyata seiring maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia.
“Hingga 18 Oktober 2026, Kementerian Kesehatan mencatat 306.309 kasus ISPA di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan, hampir 70 ribu di antaranya dialami balita. Saya turut prihatin atas kondisi saudara-saudara kita yang terdampak,” tulis Prof. Erlina, dikutip Rabu (21/20/2026).
Ia berharap situasi lingkungan dan kualitas udara dapat segera membaik serta mengajak masyarakat untuk saling menjaga.
Prof. Erlina menjelaskan, masalah kesehatan yang menyerang saluran pernapasan dari hidung hingga paru-paru ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan sering kali dianggap sebagai penyakit ringan biasa.