MALANG - Sempat ditutup imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Oktober, kini Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk kegiatan komersial pengambilan gambar.
Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengonfirmasi telah membuat keputusan pembukaan kawasan Gunung Bromo untuk kegiatan shooting, event komersial, dan non komersial. Keputusan ini diambil setelah pihaknya mengeluarkan surat edaran Pengumuman Nomor: PG.31/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/11/2026, pada Kamis 5 November 2026.
"Kegiatan/masyarakat umum yang bermaksud melakukan pengambilan gambar di kawasan wisata Gunung Bromo, untuk aktivitas shooting, kegiatan komersial, non-komersial, serta penyelenggaraan event, di kawasan TNBTS yang sebelumnya dihentikan sementara, resmi dibuka kembali terhitung mulai tanggal diterbitkannya pengumuman ini," kata Rudijanta Tjahja Nugraha, melalui keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
Rudi menjelaskan, pembukaan aktivitas menyeluruh terhadap pengambilan gambar, kegiatan komersial, dan nonkomersial di kawasan Gunung Bromo didasari pada kondisi di lapangan dan cuaca terkini serta penurunan tingkat kerawanan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yang saat ini dinilai telah membaik.
"Hasil pemantauan kelembapan vegetasi, curah hujan harian, dan pemetaan titik panas (hotspot), tingkat kerawanan kebakaran hutan di seluruh kawasan TNBTS saat ini telah menurun ke tingkat aman terkendali, dan evaluasi kondisi lapangan, serta dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan aktivitas wisata, keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat dan pelaku jasa wisata," jelasnya.